Skip to main content

Posts

Menulislah , Kamu akan Bahagia :)

Saya tipe seorang Insting, bisa di bilang pertengahan antara Introvert dan Ekstrovert. Mudah beradaptasi, namun sedikit berbicara. Kalaupun bicara hanya seperlunya. Kalau bisa di bilang lebih mudah mengungkapkan lewat tulisan di bandingkan lewat perkataan. Pertama kali ikut lomba menulis, rasanya tidak menyangka karena atas izin Allah SWT mendapat juara 1 antar kecamatan. Padahal sebelumnya tidak pernah menulis sekalipun, hanya otodidak saja. Rasanya senang dan bahagia. Setelah itu pun, saya mengikuti event lomba menulis yang ada di blogger dan media sosial lainnya.
Bagi saya menulis itu membuat hati lega. Ketika sesuatu yang sulit kita sampaikan kepada orang lain, hanya bisa di sampaikan melalui tulisan. Tidak peduli tulisan itu bagus atau tidak, karena ketika kita bisa meluapkan semua kekesalan lewat tulisan tidak ada yang tersakiti.
Ada suatu quote yang selalu teringat : ”Kalau kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka menulislah.” (Imam Ghozali). Hal itulah yang memb…
Recent posts

Lowongan Kerja Riau

PENGUMUMAN REKRUTMEN PENGAWAS TPS PEMILIHAN UMUM TAHUN 2019

Bawaslu Provinsi Riau memanggil putra-putri terbaik di Provinsi Riau untuk bergabung menjadi Pengawas TPS dalam pemilihan umum tahun 2019, yang diselenggarakan serentak tanggal 11-21 Februari 2019 di seluruh kantor Kecamatan (Panwascam).

Syarat-syarat:

WNI; berusia minimal 25 (dua puluh lima) tahun.
Setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945;
Mempunyai integritas, berkepribadian yang kuat, jujur, dan adil;
Memiliki kemampuan dan keahlian yang berkaitan dengan Penyelenggaraan Pemilu, ketatanegaraan, kepartaian, dan pengawasan Pemilu;
Berpendidikan paling rendah sekolah menengah atas atau sederajat;
Pendaftar diutamakan berasal dari kelurahan/desa setempat;
Mampu secara jasmani, rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika;
Mengundurkan diri dari keanggotaan partai politik sekurangkurangnya 5 (lima) tahun pada saat mendaftar;
Mengundurkan diri jabatan politik, jaba…

Menutup Aurat itu kewajiban :)

Assalamu'alaikum ukhtifillah di mana pun beradaaa :)
Menutup aurat itu kewajiban, sebagai bukti TAAT kita kepada Allah, yang memberikan kita banyak kelimpahan rahmat, karunia-Nya, kasih sayang-Nya, dan semua hal yang tak bisa di sebutkan satu persatu ... :")
Nah , jika kita membaca AL-QUR'AN surah Al-Ahzab:59. Allah SWT berfirman yang artinya :
"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. "
Jelas sekali Allah memerintahkan kita untuk memakai jilbab, sehingga muslimah itu tidak di ganggu oleh orang-orang yang berniat jahat, supaya muslimah itu terjaga , layaknya seorang permaisuri :) hehe..
Nah tunggu apa lagi nih teman-teman , yuuk berhijab :)

Kisah Ummu Sulaim yang patut diteladani :)

Assalamu'alaikum para muslimah , bidadari surgaa ... Aamiin :)
Gimana aktivitasnya hari ini?
Semoga Allah selalu memberikan kelancaran yaa :)
Yuuhu.. kali ini, saya ingin berbagi kisah mengenai sahabiyah yang mana beliau adalah orang yang tegar, sabar & mendidik anak-anaknya dengan baik,
yuk disimak ceritanya , cekidot ...
Beliau adalah Ummu Sulaim binti Malhan bin Khalid bin Zaid bin Hiram bin Jundub Al Anshariyah, ibu dari Anas pelayan Rasulullah SAW.
Suami nya yg pertama bernama : Malik bin Nadhr, ayahnya Anas.
Ketika Ummu Sulaim masuk Islam , suaminya marah , kemudian keluar rumah & meninggal , saat itu beliau berjanji tidak akan menikah lagi sampai Anas merestuinya , Ummu Sulaim mendidik Anas hingga Anas menjadi tokoh penyebar hadist Rasulullah SAW.

ini nih yang paling berkesan , hehe...
❤ Masuk Islam sebagai Mas Kawinnya
Sebagian orang tidak henti-hentinya membicarakan tentang kemuliaan Anas & ibunya , sehingga Abu Thalhah terpesona. Beliau pun memberanikan d…

Titik Balik Kehidupan

Hijrah?
Dulu pernah mengatakan hal itu, ketika diri ini ingin memperbaiki diri dan kembali di jalan-Nya & ingin bertemu kekasih-Nya suatu saat di akhirat. Rasulullah SAW sebaik-baik manusia & sebaik-baik teladan. Perasaan ini begitu bergejolak, ingin bisa kembali kepada-Nya dalam keadaan husnul khotimah. Sadar akan dosa-dosa yang telah di perbuat. Teringat akan sahabat-sahabat yang selalu mengingatkan dalam kebaikan , namun menjauh karena sesuatu yang tidak di mengerti , kurangnya pemahaman & ilmu yang kurang di miliki. Ingin sekali mengatakan , "aku ingin kembali, kembali bersama menempuh ilmu bersama". Benar saja kata imam syafi'i , "jika engkau punyai teman dalam rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah dia erat-erat dan jangan sesekali kau lepaskannya. Karena mencari teman baik itu susah. Tetapi melepaskannya sangat mudah sekali ."
Bersyukurlah jika ada teman yang selalu mengingatkan mu untuk berbuat baik, karena dia begitu menyayangimu , bu…

Sebuah Renungan Malam

Menulis : ungkapan perasaan yang tidak bisa di tuangkan lewat perkataan ataupun ucapan , tapi lewat tulisan. Bagi ku menulis adalah hal yang ingin aku sampaikan ketika mulut tak mampu berucap karena ada perasaan takut menyakiti orang lain atau peeasaan was-was. Memang di akui Baku orang nya sedikit bicara , bisa di bilang orangnya pendiam. Karena aku punya prinsip bahwa lebih baik diam atau berkata yang lebih baik. Karena kebanyakan orang mengalami sakit hati lewat lisan. Atau berkata yang sia-sia seperti menggosip dan bercanda ria melewati batas. Padahal kita di beri waktu oleh Allah 24 jam , masa kita mau mempergunakan waktu yang di berikan oleh-Nya hanya untuk hal yang tidak bermanfaat? Bagaimana cara kita mensyukuri nikmat yang begitu besar yang telah di berikan oleh-Nya? Ini juga termasuk mempelajaran bagi diri sendiri karena diri ini begitu lalai akan perintah-Nya. Terkadang lebih asyik untuk melakukan hal yang sia-sia di bandingkan dengan hal yang bermanfaat. Kalau bisa di bila…
Ibadah seharusnya tidak hanya sebagai ritual saja , namun bisa menjadi perisai bagi diri kita. Banyak di antara kita terkadang tak menyadari kelalaian yg kita lakukan di sebabkan kita tak paham tentang hakikat dari ibadah itu sendiri.